Sabtu, 09 Maret 2019

USAHA MENARIK, BUDIDAYA AYAM BOILER

INGIN BERWIRAUSAHA? BUDIDAYA AYAM BROILER ORGANIK MUNGKIN BISA DIJADIKAN PILIHAN TERBAIK
Sambas Raya - Sempitnya lapangan pekerjaan, disamping tekanan kerja yang tinggi, barangkali termasuk pemicu rasa jenuh bagi Anda. Merasa bosan jadi karyawan dengan penghasilan yang tak kunjung membaik, tidak ada salahnya jika anda mencoba berwirausaha. Tak terikat waktu dan bebas menentukan omzet mungkin akan dibuat sebagai bahan pertimbangan.

Potensi usaha sebetulnya sangat besar, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Sehubungan itulah, melalui artikel ini, kami akan sedikit berbagi mengenai salah satu sektor usaha di bidang peternakan, yakni budidaya ayam pedaging (broiler) sebagai salah satu alternatif pilihan usaha terbaik.

Ayam broiler merupakan ayam ras yang mampu tumbuh cepat dan menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat, hanya 5 sampai 7 minggu. Ayam jenis ini memiliki nilai jual serta memberikan perputaran uang yang cukup cepat, karena selalu dibutuhkan di pasar, dan tergolong daging konsumsi yang paling dicari konsumen. Bagaimana cara merawatnya, khususnya bagi pemula?

1. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik terlihat dengan ciri-ciri: sehat dan aktif bergerak, bertubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih, lubang kotoran (anus) juga bersih.

2. Penempatan Kandang

Agar mengasilkan hasil yang optimal maka tempat atau lokasi kandang juga sangat menentukan. Lokasi kandang yang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, serta arahnya membujur dari timur ke barat. Untuk pergantian udara di dalam Kandang-sama seperti manusia-ayam bernafas menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi maka ventilasi kandang harus dalam keadaan baik.

Adapun Suhu udara dalam kandang yang ideal berdasarkan kategori umur:
umur 01 - 07 suhu 34 - 32 c
umur 08 - 14 suhu 29 - 27 c
umur 15 - 21 suhu 26 - 25 c
umur 21 - 28 suhu 24 - 23 c
umur 29 - 35 suhu 23 - 21 c
3. Teknis Pemeliharaan

Sebelum masuk pada perkara teknis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon wirausahawan ternak ayam broiler. Pertama mengenai tipe kandang ayam broiler yang sejatinya ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efesien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe Litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan biaya cenderung lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit., bahkan mati.

Kedua, pakan memiliki persentase 70% biaya pemeliharaan. Ketentuan makanan ayam broiler yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

Namun jika menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.

Selanjutnya, dilakukan penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap. Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

4. Vaksinasi
Tidak  ada usaha tanpa resiko, apalagi yang digeluti terkait mahluk hidup. Persoalan klasik yang mesti diantisipasi adalah terserangnya penyakit pada ayam broiler. Cara yang paling ampuh dengan melakukan vaksinasi, yakni memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Pertama vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, berikut vaksin ND strain B1. Ketika ayam sudah berumur 21 hari, maka pemberian vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum wajib dilakukan.

5. Teknis Lanjutan
Pada minggu pertama dalam rentang hari 1-7, kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, kemudian segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi, tergantung kondisi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

Mulai hari ke-2 hingga panen, air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

Memasuki pemeliharaan minggu kedua  (8-14 hari) masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama namun lebih ringan. Pemanas pun sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua ini sebesar 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

Minggu Ketiga (15-21 hari), pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

Minggu Keempat (22-28 hari), pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Lalu pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam yang normalnya mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol rutin terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

Minggu Kelima (29-35 hari), hal yang perlu diperhatikan adalah lantai kandang. Ini dikarenakan jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan mengindikasikan pertumbuhan baik sekira 1,8 – 2 kg. Jika mencapat berat tersebut, artinya ayam sudah siap dipanen.

Opsi di minggu keenam (36-42 hari), untuk mendapatkan bobot yang lebih, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

6. Penyakit

Penyakit yang umum menyerang ayam broiler, diantaranya: Tetelo (Newcastle Disease/ND). Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar, lalu berujung pada kematian. Solusinya, ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD): Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease), yakni infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum.

Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Penyakit mudah menyerang , jika ayam dalam keadaan lemah atau stres, bisa disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.

Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Ingin hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :
Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.
7. Sanitasi / Cuci Hama Kandang
Setelah menuai hasil panen, sanitasi kandang wajib dilakukan setelahnya, caranya dengan mencuci kandang menggunakan air hingga bersih dan kering.

Demikianlah tips singkat usaha ternak ayam broiler. Cukup mudah bukan? Selain mempraktekkan 7 langkah diatas, terutama bagi pemula disarankan juga berkonsultasi dengan para peternak yang lebih berpengalaman. Pendekatan bertanya dan belajar langsung dengan ahlinya sangat membantu mempermudah Anda ketika menjalankan usaha ayam pedaging ini. Selamat Mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar