Sambas Raya - Jeruk merupakan tanaman yang tumbuh bagus di dataran tinggi maupun rendah. Meskipun demikian, dalam perjalanannya tentu mengalami beberapa hambatan, terutama besarnya peluang dijangkiti oleh virus dan diserang hama karena berbagai faktor. Tidak sedikit diantara petani yang mengeluhkan bibit jeruk yang baru mereka tanam mengalami kerusakan, terutama bagian daun yang mengeriting dan berwarna kuning.
Susahnya pestisida didapat disamping teknik penanggulangannya yang masih menggunakan zat kimiawi, PT. Natural Nusantara memproduksi beberapa jenis produk organik yang ampuh membasmi penyakit pada tanaman jeruk kesayangan.
Pada umumnya, jeruk mudah diserang berbagai jenis hama yang bisa datang kapan saja. Diantara hama yang kerap mengganggu bahkan mematikan jeruk sebagaimana ulasan di bawah ini, berikut tatacara pengendaliannya.
HAMA
Kutu loncat ( Diaphorina citri )
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.Gejala : tunas keriting, tanaman mati.
Pengendalian :
Pemakaian pupuk organik nasa yang berupa super nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai ( di kurangi 30 % ).
Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii )
Bagian diserang : tunas muda dan bunga.
Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
Pengendalian: Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Ulat peliang daun ( Phyllocnistis citrella )
Bagian diserang : daun muda.
Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
Pengendalian: Daun yang terinfeksi di potong lalu di potong. Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Tungau ( Tenuipalsus sp , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp )
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah.
Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
Pengendalian: Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa pestona + Aero-810 dengan dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari.
Atau menyemprotkan Produk NASA yang berupa Natural BVR dengan dosis 4 sendok makan Natural BVR / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari.
Penggerek buah ( Citripestis sagittiferella )
Bagian diserang : buah.
Gejala: lubang gerekan buah keluar getah.
Pengendalian: Petik buah yang terinfeksi lalu di bakar. Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
Kutu penghisap daun ( Helopeltis antonii )
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil.
Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
Pengendalian : Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali.
Thrips ( Scirtotfrips citri )
Bagian diserang : tangkai dan daun muda.
Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis.
Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk. Hindari memakai mulsa jerami. Penyemprotan dengan menggunakan Produk nasa yang berupa Pestona dengan cara (pestona + Aero-810 ) dosis ( 5 + 1/3 ) tutup /tangki semprot.lakukan penyemprotan di sore hari dan dengan interval 10 hari sekali apabila Thrips daunnya sudah parah bisa dilakukan penyemprotan Natural Pentana dengan cara ( PENTANA + Aero-810) dosis ( 3 + 1/4 ) tutup / tangki semprot,lakukan penyemprotan 1 minggu sekali di sore hari.
Kutu dompolon ( Planococcus citri )
Bagian diserang : tangkai buah.
Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
Pengendalian: Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali guna mencegah datangnya semut sebagai vektor kutu.
Lalat buah ( Dacus sp )
Bagian diserang : buah yang hampir masak.
Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
Pengendalian: ditangkap dengan menggunakan Produk Nasa yaitu Metilat,dengan cara di oleskan di botol warna putih lalu di tancapkan sekitar 20 Pcs dengan jarak sekitar 20 m.
PENYAKIT
CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye.
Pengendalian: Gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Penyemprotan pestisida organik nasa yang berupa Pestona / Natural BVR,untuk penyemprotan Pestona ( pestona + Aero-810 ) dengan dosis ( 5 + 1/4 )tutup / tangki semprot.Untuk penyemprotan Natural BVR ( natural BVR + Aero-810 ) dengan dosis ( 2 sendok makan + 1/4 tutup ) / tangki semprot.Lakukan penyemprotan di sore hari dengan interval 10 hari sekali.
Blendok
Penyebab: Jamur Diplodia Natalensis.
Bagian diserang : batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.
Pengendalian : Pemotongan cabang terinfeksi. Kemudian bekas potongan diolesi pupuk organik nasa yang berupa POC NASA + Hormonik . POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.
Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda.
Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda.
Pengendalian:
Olah tanah yang bagus dengan memakai Pupuk Organik NASA yang berupa super nasa di campurkan pupuk kimia dasar yang biasa di pakai. pupuk kimia dasar bisa di kurangi 30 % dari anjuran dinas pertanian setempat. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Natural GLIO yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang selama 2 minggu,cara fermentasinya 1 kotak Natural Glio di campurkan dengan 50 Kg pupuk kandang. Lalu masukkan ke lubang tanah di sekitar jeruk yang mau ditanamkan
dari berbagai sumber
Sambas Raya
Pertanian & Perkebunan
ANDA PETANI JERUK? WAJIB KETAHUI JENIS PENYAKIT DAN CARA PENANGGULANGANNYA!
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

EmoticonEmoticon