Sabtu, 09 Maret 2019

PANDUAN PRAKTIS MENANAM CABAI DI POLYBAG MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK

Sambas Raya - Cabai merupakan salah satu jenis tanaman yang dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari, baik keluarga, tetangga, maupun yang berbisnis kuliner. Selain memiliki nilai ekonomis, sejatinya cabai dapat dibudidaya dengan mudah. Tidak memerlukan lahan luas, cukup bermediakan polybag. Tanaman ini tumbuh subur dalam pot ukuran kecil yang dapat disusun di halaman atau teras rumah.

Meskipun terbilang mudah, sebagaimana mahluk hidup pada umumnya, cabai juga bisa terjangkit penyakit, terserang hama, hingga menyebabkan rusak bahkan mati. Akan tetapi, bila pemeliharaan dilakukan secara benar, produksi budidaya cabai organik akan terkondisi sehingga menghasilkan cabai dalam jumlah banyak dan berkualitas tinggi. Panduan praktisnya adalah sebagai berikut:

Siapkan polybag atau pot yang tidak terlalu kecil minimal diameter 25 cm, sementara jenis cabai rawit harus lebih besar lagi sekira diatas 35 cm. Kemudian media tanam berupa tanah yang telah dicampur pupuk organik perbandingan 1 : 13. Jangan lupa sediakan ember dan gayung/gembor, handsprayer,    benih cabe,   pestisida organik, dan pupuk organik cair seperti solbi agro, bisa juga kita gunakan MOL /mikroorganisme lokal.

Bagaimana cara menanam dan merawatnya?

Pertama, semai dulu biji cabai yang telah disiapkan. Benih cabai bisa dibeli di kios pertanian atau membuat sendiri dengan memilih cabai yang bagus, ambil bijinya kemudian keringkan. Penyemaian dapat kita kerjakan di pot, polybag atau tempayan serta media yang lain. Kedua, sembari menunggu bibit cabai siap, siapkan pula media semai dalam polybag atau pot. Tanahnya dicampur pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1. Setelah itu media disiram menggunakan Glio dan Super Nasa.

Ketiga, setelah berdaun lima (kira-kira umur 3-5 minggu) tanam cabai dalam media polybag atau pot yang sudah disiapkan. 2-3 hari sebelum memulai menanam, media tanam dalam polybag sebaiknya disiram terlebih dahulu menggunakan larutan SP-36 sampai basah. Keempat, letakkan polybag/pot di tempat yang teduh selama 1 minggu, selanjutnya baru tempatkan pada lokasi yang mendapat cahaya penuh. Sebaiknya tidak meletakkan tanaman di tempat minim cahaya dalam waktu lama, karena akan berdampak tanaman cabai mengalami etiolase (panjang dan lemas tapi buah sedikit).

Kelima, rawat tanaman cabai secara hati-hati. Siram bila tanahnya kering dan minimal seminggu sekali menggunakan larutan SUPERNASA, dan tiap 10 hari disemprotkan POC NASA, Hormonik dan atau Greenstar atau Bintang Tani. Lalu semprot juga dengan pestisida Organik.

Keenam, buang tunas air/tunas yang tumbuh di bawah cabang pertama. Ketujuh, amati adanya serangan hama dan penyakit, bila terjadi gejala serangan harus cepat diatasi secara mekanik (caranya ambil hama dan daun yang terserang tersebut, lalu pisahkan tanaman yang sehat dan yang sakit agar mudah dalam pengendalian hama maupun penyakit). Pada musim kemarau, sebaiknya sering disiram daunnya untuk mengurangi serangan kutu, sebaliknya jika musim hujan harus diberi jarak antar polybag tanaman cabai kita agar tidak terlalu rimbun.

Terakhir, pasang lem METILAT;perangkap lalat buah. Tunggu sampai tanaman cabai berbuah dan dapat dinikmati hasilnya.


Pemesanan produk, konsultasi, dan informasi lebih lanjut:

DANYPUTRA/TIM SAMBAS RAYA

Call/SMS/Whatsapp : 0896-9321-5764 | 0858-90-3-111-62

email : sambasrayasite@gmail.com
fb fanspage : sambasraya.com
instagram : sambasraya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar