![]() |
| ilustrasi |
Berita ini sejatinya sudah merebak tahun lalu di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Anggota DPR RI Propinsi Kalteng, Hang Ali mengaku pernah menemukan tempat pembuatan ikan asin dengan disemprot baygon untuk menghilangkan ulat dan lalat yang menempel ketika dijemur.
Di Pontianak sendiri, seorang warga berinisial MH pernah menyebut, ikan asin yang beredar di pasar perlu ditinjau lagi keamanannya, karena berdasarkan informasi yang ia peroleh, dicurigai lauk-pauk pelengkap tersebut telah 'diobati' racun anti nyamuk. Ini terindikasi dari kondisi ikan asin yang mulus dan licin.
"Hati-hati pilih ikan asin jaman sekarang di pasar, khawatir bekas disemprot baygon. Sembarang mengonsumsi, justru malah timbulkan penyakit," ujar ibu tiga anak.
Meningkatnya permintaan pasar jelang bulan suci membuat sejumlah oknum tak bertanggungjawab memanfaatkan momentum untuk meraup omset melimpah. Tak peduli halal-haramnya cara, apapun dilakukan demi mendulang banyak keuntungan, kendati berdampak merugikan banyak pihak.
Penggunaan bahan terlarang terhadap produk konsumtif lain sedianya juga patut diwaspadai, seperti bakso, tahu, kerupuk, sosis, dan lain-lain. Hingga informasi ini diturunkan, belum ada respon dari para pedagang, pemerintah maupun lembaga terkait, sebagai tindaklanjut keresahan warga dan temuan pejabat daerah tahun lalu itu. (dn)

EmoticonEmoticon