oleh : Amelina
Sambas Raya - Setiap satu tahun sekali kita memperingati hari pendidikan, dan yang paling lazim dikenang adalah gerakan Boedi Oetomo, yang diprakarsai oleh Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Sudirohusodo beserta kedua mahasiswanya; Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Benar atau tidaknya masih dipertanyakan, terutama sistem ajar seperti apa yang ditawarkan organisasi sosial tersebut? Bersifat umum atau mewakili pemeluk mayoritas penduduk negeri ini?
Mari sejenak kita tinggalkan pertanyaan berkonotasi sejarah tersebut. Konsen kami dalam rangkap tulis kecil ini adalah mengenai salah satu pioneer pendidikan khususnya bidang keislaman di Bumi Pertiwi, yakni K.H. Ahmad Dahlan.
Lahir di kauman, Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1868. Dahlan tinggal di lingkungan keagamaan yang kuat. Sejak kecil, Dahlan dididik ajaran Islam yang kental oleh orang tuanya. Hasilnya terlihat pada umur 8 tahun ketika Dahlan dapat dengan lancar membaca al-Quran dan mengkhatamkannya. Singkat cerita, Ahmad Dahlan dikenal sebagai putra yang cerdas.
Sejak mula Islam masuk ke Indonesia, pendidikan Islam mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang cukup pesat. Pesantren menjadi lembaga pendidikan paling awal di Indonesia. Sebetulnya selain pesantren ataupun lembaga pendidikan Islam sebentuk, Belanda juga mendirikan sekolah namun tentu saja tidak mengajarkan agama Islam. Disamping itu, siswa yang masuk tidak boleh 'sembarangan' dan hanya golongan tertentu yang bisa menjadi pelajar di lembaga pendidikan buatan kompeni tersebut, misalnya kalangan konglomerat atau bangsawan.
Menyaksikan fakta pahit itulah kemudian Ahmad Dahlan mengalami kerisauan, hingga akhirnya bertindak untuk mengatasi masalah pendidikan yang diderita rakyat Indonesia, khususnya Muslim. Oleh karena merasa tidak mampu menjalankan sendiri kewajiban atau tanggungan yang amat berat, Dahlan mendirikan organisasi yang kini tersebar dari Sabang sampai Merauke, yakni Muhammadiyah, yang berarti pengikut Muhammad. Melalui organisasi inilah Dahlan kemudian bergerak memperjuangkan ide dan gagasannya. (Mel)
------
Nama K.H. Ahmad Dahlan begitu fenomenal di Nusantara. Lewat sepak terjangnya bersama pendiri Nahdhatul Ulama, K.H. Hasyim Asy'ari, perjuangannya mengembangkan maupun mempertahankan ajaran Islam dari pengaruh penjajah sangat luar biasa. Maka sudah selayaknya jasa-jasa maupun ajaran pemikiran pendidikan Islam K.H. Ahmad Dahlan dikenang, diulas kembali, didiskusikan, lewat bacaan-bacaan yang bisa anda dapatkan disini : https://www.tokopedia.com/sambasraya/islam-berkemajuan
Info lanjut 0896-9321-5764
Sambas Raya
Tokoh
MENGENAL K.H. AHMAD DAHLAN, SALAH SATU PIONEER PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (BAGIAN-1)
Next
« Prev Post
« Prev Post
First
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

EmoticonEmoticon